Hewan Yang Hidup di Air

Ketika kita sedang berbicara tentang hewan yang hidup di air, biasanya kita langsung memikirkan ikan. Padahal penghuni habitat perairan bukan hanya spesies ikan, masih banyak makhluk lain yang masuk kategori hewan air.

Sesuai dengan namanya, hewan air atau akuatik adalah hewan yang hidup di air, hewan air sendiri dibedakan menjadi hewan air tawar dan hewan air asin/laut serta hewan air payau.

Karena kandungan garam baik di air tawar maupun air laut berbeda, hewan yang hidup di laut biasanya tidak bisa hidup di air tawar, begitu pula sebaliknya.

Namun, keajaiban sang pencipta memang menakjubkan, karena ada beberapa spesies yang bisa hidup baik di air asin maupun air tawar.

Lantas, hewan apa saja yang hidup di air tawar dan air laut? Simak artikel berikut ini:

Kumpulan Hewan Yang Hidup di Air

Sebelum membahas berbagai jenis hewan yang hidup di air, perlu diketahui terlebih dahulu jenis air yang menjadi habitatnya. Jenis perairan untuk habitat hewan akuatik dibagi menjadi 3, yaitu:

  • Perairan laut.
  • Perairan tawar.
  • Perairan payau.

Bagi yang sedang mencari nama hewan air mulai dari huruf a sampai z, dibawah ini kami sajikan gambar dan nama hewan yang hidup di air.

Ternyata banyak sekali hewan yang hidup di air jika dituliskan satu persatu berdasarkan kategori dan jenis hewannya.

Untuk itu kami hanya merangkum beberapa jenis hewan air yang unik dan populer serta langka.

Yuk, simak ulasan mengenai hewan air berikut ini yang termasuk dalam kategori unik, langka dan populer.

#1. Paus

Hewan Yang Hidup di Air
Paus, sumber: pixabay.com

Saat ini, paus masih duduk di posisi hewan terbesar di bumi. Hewan ini mencari makan, kawin, melahirkan, menyusui dan membesarkan anak-anak mereka di laut, jadi paus merupakan hewan mamalia air.

Paus sendiri diketahui ada 2 jenis, yaitu:

  • paus bergigi (Odontoceti) yang masih berkerabat dengan lumba-lumba.
  • paus tak bergigi (Mysticeti).

Perbedaan mencolok dari 2 jenis paus tersebut, yaitu:

  • Ukuran tubuh paus bergigi lebih kecil dibandingkan dengan paus tak bergigi.
  • Untuk perbedaan lainnya, paus tak bergigi memiliki struktur penyaringan yang disebut balin.
    • Balin paus membuka mulutnya di bawah permukaan air dan menghisapnya. Tujuan dari penghisapan air tersebut adalah untuk menyaring makanan berupa plankton yang terdapat di dalam air.

Ada juga jenis paus lainnya, yaitu Orca yang dikenal sebagai paus pembunuh yang sangat ganas.

Keganasannya diketahui dari perilakunya yang suka menyerang hewan yang lebih kecil maupun lebih besar ukurannya seperti singa laut, hiu dan hewan lainnya. Bahkan Orca ini sering menyerang sesama paus lainnya.

#2. Lumba-lumba (Delphinus Delphis)

Hewan Yang Hidup di Air
Lumba-lumba, sumber: pixabay.com

Lumba-lumba umum (Delphinus delphis) merupakan mamalia akuatik paling banyak didunia, karena memiliki populasi global sekitar enam juta.

Lumba-lumba juga termasuk dalam hewan yang disukai manusia karena kelucuannya dan kecerdasannya.

Selain itu, hewan ini merupakan makhluk sosial yang baik yang ditunjukkan dengan kecintaan mereka untuk hidup berkelompok dan adanya banyak bukti dokumenter yang menunjukkan kalau lumba-lumba itu penolong.

Mereka sering memandu paus yang terdampar menuju ke asalnya atau melindungi manusia dari gangguan hiu.

Selain pintar dan baik, lumba-lumba merupakan perenang yang cepat, hal itu dikarenakan lumba-lumba memiliki kulit berselaput halus yang dapat mengurangi gesekan dengan air.

Karena itu, para desainer baju renang menggunakannya sebagai dasar dari rancangan baju renang dengan bahan baku yang mirip dengan kulit lumba-lumba.

Hal unik lainnya dari ikan lumba-lumba adalah kemampuannya dalam berkomunikasi dan mendeteksi mangsa serta lingkungan dengan gelombang suara sonar yang disebut sebagai sistem sonar.

Dan sistem inilah yang ditiru manusia untuk diterapkan dalam teknologi pembuatan radar kapal selam dan mencari kapal karam.

#3. Walrus (Odobenus rosmarus)

Hewan Yang Hidup di Air
Walrus, sumber: pixabay.com

Walrus (Odobenus rosmarus) merupakan salah satu mamalia laut yang tersebar di Samudra Arktik dan Laut subArktik di Belahan Utara Bumi.

Spesies ini terbagi menjadi 3 subspesies yaitu Walrus Atlantik, Walrus Pasifik, Odobenus rosmarus laptevi.

Walrus sangat mudah dikenali karena memiliki gading yang menjulur keluar mulutnya dan kumis yang menonjol.

Makanan utama Walrus adalah hewan sejenis kerang atau moluska yang ditemukan saat berburu di es.

Walrus merupakan hewan sosial berumur panjang yang suka hidup berkelompok dan agresif ketika musim kawin tiba.

Selama abad ke-19 dan awal abad ke-20 penduduk asli kutub berburu walrus untuk diambil gading, daging, kulit dan tulangnya. Oleh karena itu jumlahnya menurun pada masa itu, mulai meningkat kembali pada masa kini.

#4. Hiu (Selachimorpha)

Hewan Yang Hidup di Air
Hiu, sumber: pixabay.com

Ikan hiu (Selachimorpha) adalah salah satu ikan predator yang memiliki reputasi sebagai hewan buas yang mengerikan di laut.

Reputasi ini didukung oleh hiu yang memiliki sensor penciuman yang sangat tajam, sehingga hiu dapat mendeteksi bau darah dalam air dari jarak beberapa mil.

Untuk makanannya, hiu menyukai ikan yang lebih kecil, krustasea, moluska dan lain sebagainya.

Hiu sendiri berkembang biak dengan melahirkan. Namun, hal itu tidak membuatnya termasuk dalam kelas mamalia. Tidak seperti paus, ketika hiu melahirkan, mereka tidak menyusui anaknya.

Berbeda dengan mamalia yang tergolong hewan berdarah panas, hiu termasuk dalam kelompok hewan berdarah dingin, yaitu hewan yang suhu darahnya dapat menyesuaikan dengan suhu lingkungan sekitar.

Karena itulah, hiu lebih tepat bila digolongkan ke dalam jenis ikan (pisces), karena hiu memiliki struktur kerangka tulang rawan yang lengkap dengan bentuk tubuh ramping.

Untuk bernapas, hiu menggunakan lima liang insang (kadang-kadang enam atau tujuh, tergantung pada spesiesnya) di setiap sisi kepalanya.

Hiu mempunyai kulit dermal denticles yang melindungi mereka dari parasit dan gesekan untuk menambah dinamika air. Selain itu, hiu juga memiliki beberapa deretan gigi yang dapat tumbuh setiap saat selama hiu masih dalam keadaan sehat.

#5. Ikan Pari

Hewan Yang Hidup di Air
Ikan pari, sumber: pixabay.com

Ternyata ikan yang bentuknya menyerupai layang-layang disebut ikan pari. Umumnya, ikan pari dapat ditemukan di perairan pantai dangkal di laut tropis dan subtropis.

Biasanya ikan ini menghabiskan waktunya dengan menguburkan diri di pasir, dan hanya bergerak mengikuti arus pasang surut air.

Tubuh ikan ini memiliki warna yang mencerminkan warna dasar laut, yang membuatnya mudah untuk menyamarkan diri dari hiu pemangsa dan pemangsa lainnya.

Ternyata ikan pari masih berkerabat dengan ikan hiu, bedanya ikan pari memiliki tubuh yang pipih, sirip mirip sayap yang menyatu dengan kepala dan ekornya, apalagi ketika mereka bergerak atau berenang, terlihat mirip layang-layang jika dilihat dari atas maupun bawah.

Untuk makanan, ikan pari biasa memakan siput, kerang, tiram, krustasea, dan beberapa jenis ikan, tergantung pada spesiesnya, karena pari manta suka memakan plankton.

Ikan pari berenang menggunakan siripnya dengan cara meliuk-liukkan seperti gelombang maupun mengepakkannya seperti sayap. beoutq

Ekor ikan pari dapat digunakan sebagai alat untuk berbelok ketika berenang. Selain sebagai alat berbelok, ekor merupakan senjata yang mengandung racun berbahaya bagi manusia dan hewan lainnya.

Sebab, bagian ekor pari tetap menghasilkan racun dan berbahaya bagi yang menyentuhnya, meskipun ikan pari telah mati.

#6. Kura-kura (Testudines)

Hewan Yang Hidup di Air
Kura-kura, sumber: pixabay.com

Hewan akuatik selanjutnya adalah reptil yang memiliki cangkang sebagai ciri khasnya. Pasti kalian sudah tahu, kan?

Ya, kura-kura, hewan ini memiliki tempurung/batok/cangkang yang keras sebagai “rumah” bagi tubuhnya.

Kura-kura ini memang hewan yang dapat hidup dan beraktivitas di berbagai tempat di seperti daerah seperti hutan rawa, danau, sungai dan laut.

Hewan ini sering menghabiskan hidupnya di dalam air, hanya sesekali ke darat untuk bertelur saja.

Sebagian besar kura-kura merupakan hewan omnivora, yang spesies darat cenderung herbivora dan akuatik yang cenderung karnivora.

#7. Kuda Laut (Hippocampus)

Hewan Yang Hidup di Air
Kuda laut, sumber: pixabay.com

Kuda laut adalah hewan yang hidup di air dan tergolong ke dalam jenis ikan, meskipun bentuk tubuhnya berbeda dengan ikan pada umumnya.

Kepala dari kuda laut ini menyerupai kuda di daratan, tubuhnya memiliki sirip dorsal (punggung) dan sirip pectoral (dada). Hewan ini berenang menggunakan bantuan ekor.

Uniknya, kuda laut memiliki siklus reproduksi yang mana kuda laut jantanlah yang akan mengandung dan melahirkan anak-anaknya bukan betinanya.

Kuda laut ini mudah ditemukan di laut tropis yang beriklim dangkal di seluruh dunia, dari 45 derajat lintang utara hingga 45 derajat lintang selatan.

Mereka tinggal di daerah terlindung seperti padang lamun, muara, terumbu karang, dan bakau.

Empat spesies ditemukan di perairan Pasifik dari Amerika Utara hingga Amerika Selatan. Di Atlantik, Hippocampus erectus berkisar dari Nova Scotia ke Uruguay. Di Bahama ditemukan Hippocampus zosterae, yang dikenal sebagai kuda laut kerdil.

Adapun jenis kuda laut yang benar-benar telah ditemukan di wilayah perairan Indonesia, yakni:

  • Hippocampus histrix.
  • Hippocampus spinosissimus
  • Hippocampus bargibanti.
  • Hippocampus barbouri.
  • Hippocampus satomiae.

Kuda laut memangsa semua jenis hewan air yang berukuran kecil seperti larva ikan, udang, dan plankton menggunakan moncong panjang mereka.

Namun, kuda laut sangat lambat saat mencerna makanan yang disebabkan oleh sistem pencernaannya yang sederhana, sehingga mereka harus makan secara terus-menerus untuk tetap hidup.

Untuk menghindari predator, kuda laut berkamuflase dengan cara merubah warna kulitnya dalam beberapa waktu sehingga sama dengan lingkungan sekitarnya.

#8. Ikan Salmon

Hewan Yang Hidup di Air
Ikan salmon, sumber: pixabay.com

Ikan salmon termasuk jenis ikan yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena memiliki daging enak dan nutrisi tinggi.

Selain itu kandungan asam lemak omega 3, protein serta vitamin D nya yang cukup tinggi sehingga cocok dikonsumsi anak untuk mendukung pertumbuhannya.

Sudah biasa jika ikan salmon dijadikan sebagai bahan makanan, misalnya di daerah Jepang, ikan ini sangat populer dan menjadi bahan menu favorit di sana.

Salmon merupakan anggota dari Salmonidae family. Salmon sendiri terdapat dari beberapa spesies yang tersebar di Samudra Atlantik dan Pasifik.

Salmon dewasa menghabiskan hidupnya di laut. Namun pada saat akan bereproduksi, mereka akan berenang melawan arus ke hulu sungai untuk bertelur.

Perjalanan ke hulu sungai bisa menempuh jarak hingga 3.000 km, wow jauh sekali! Karena jauh dan berat saat melawan arus air, salmon biasanya akan mati setelah kawin dan bertelur karena kelelahan.

Bayi-bayi salmon akan menghabiskan masa bayi dan muda mereka di sungai, lalu pergi ke laut setelah dewasa untuk mengulang kembali siklus hidup mereka.

#9. Ubur-Ubur

Hewan Yang Hidup di Air
Ubur-ubur, sumber: pixabay.com

Ubur-ubur merupakan hewan invertebrata yang berasa dari filum Cnidaria yang memiliki tubuh berbentuk mirip payung dan bertentakel yang dapat mengeluarkan cahaya.

Hewan ini disebut juga sebagai jellyfish karena memiliki struktur tubuh yang lunak dan transparan yang terdiri dari 100% air sehingga mirip seperti jeli.

Saking sederhananya, ubur-ubur bahkan tidak memiliki otak dan jantung, akan tetapi memiliki sistem saraf di sekujur epidermisnya.

Ubur-ubur pun sangat beragam ukurannya, bahkan terdapat ubur-ubur dari jenis Cyanea capillata yang ukuran panjang tubuh seluruhnya mencapai 36,5 m.

Warna hewan ini beragam dan dapat berubah-ubah mulai dari warna merah muda, ungu, ataupun biru.

Namun jangan tertipu oleh keindahan dan penampilan tidak berdaya dari ubur-ubur, karena mereka memiliki tentakel yang setiap tentakelnya terdapat ratusan sel beracun yang siap menyengat dengan racun yang mematikan dan menyakitkan.

Bahkan ada yang sampai meninggal dunia karena dampak dari serangan sengatan ubur-ubur.

Karena pada setiap sel tersebut memiliki racun bisa membunuh 60 orang dalam waktu beberapa menit saja.

#10. Krustasea (Crustacea)

 

Hewan Yang Hidup di Air
Krustasea, sumber: piqsels.com

Krustasea atau udang-udangan adalah subfilum suatu jenis hewan air yang masih tergolong dalam kelompok besar/filum artropoda.

Subfilum krustasea sendiri terdiri dari kurang lebih 52.000 spesies yang telah terdeskripsikan.

Hewan jenis ini memiliki struktur tubuh yang terlindung oleh cangkang keras. Misalnya udang, lobster, tertib, kepiting dan sebagainya. ورقة اونو تبديل

Sebagian besar dari berbagai jenis hewan udang-udangan ini cenderung memakan bangkai hewan yang mati di lautan.

Namun, kepiting dan lobster berbeda, karena kedua jenis krustasea ini cenderung memilih memakan ikan-ikan yang lebih kecil.

#11. Dugong (Duyung)

Hewan Yang Hidup di Air
Dugong, sumber: pixabay.com

Duyung atau Dugong dugon dari suku Dugongidae adalah mamalia laut yang merupakan salah satu anggota dari Ordo Sirenia atau sapi laut yang belum punah di dunia selain Manatee.

Hewan laut ini diketahui dapat bertahan hidup mencapai usia 22-25 tahun. Dugong merupakan satu-satunya hewan dari suku Dugongidae yang masih dapat hidup, karena (sapi laut Steller/Hydrodamalis gigas) yang termasuk suku ini telah dinyatakan punah.

Dugong memiliki tubuh fusiform tanpa sirip punggung atau tungkai belakang. Kaki depan atau sirip seperti dayung.

Dugong mudah dibedakan dari manatee dengan ekornya yang fluked, seperti lumba-lumba, tetapi juga memiliki tengkorak dan gigi yang unik.

Moncongnya menurun tajam, sebuah adaptasi untuk mencari makan di lingkungannya. Gigi molar sederhana seperti pasak, tidak seperti gigi molar manatee yang lebih rumit.

Selain itu, ia juga merupakan satu-satunya sapi laut yang bisa ditemukan di kawasan perairan di 40 negara di wilayah Indo-Pasifik Barat, walaupun kebanyakan duyung tinggal di kawasan timur Indonesia dan perairan utara Australia.

Dugong merupakan hewan herbivora atau hewan pemakan tumbuhan (daun-daunan) seperti rumput laut.

Populasi dari dugong ini hampir mencapai kepunahan karena jumlahnya yang semakin berkurang akibat perburuan daging dan minyaknya.

#12. Bintang Laut

Hewan Yang Hidup di Air
Bintang laut, sumber: pixabay.com

Hewan air selanjutnya adalah bintang laut. Bintang laut merupakan hewan invertebrata dari filum Echinodermata dan kelas Asteroidea yang berbentuk bintang.

Dalam bahasa Inggris, bintang laut disebut dengan starfish (ikan bintang), meskipun demikian hewan ini tidak memiliki hubungan dengan ikan.

Karena itu, bintang laut tidak bernapas menggunakan insang dan berenang menggunakan sirip seperti ikan pada umumnya.

Bintang laut merupakan hewan simetri radial yang memiliki cakram sentral dan lima lengan, meskipun beberapa spesies memiliki jumlah lengan yang lebih banyak.

Karena tidak memiliki rangka yang bisa membantu bergerak, bintang laut menjulurkan kaki-kakinya yang berupa lengan untuk membantu pergerakannya dan mencari makan.

Rangka milik bintang laut hanya berfungsi sebagai perlindungan. Seperti cicak, bintang laut memiliki kemampuan autotomi.

Autotomi adalah perilaku memutuskan bagian tubuhnya manakala merasa terancam untuk memancing perhatian predatornya. Bagian tubuh yang terputus tersebut pada akhirnya akan tumbuh kembali.

Warna dan spesies dari bintang laut ini sangat beragam. Terdapat 2000 jenis bintang laut yang diketahui dengan berbagai variasi warna yang tersebar di berbagai zona seperti intertidal, perairan dalam, perairan daerah tropis maupun daerah dingin.

#13. Belut Laut

Hewan Yang Hidup di Air
Belut laut, sumber: pixabay.com

Belut laut atau yang biasa disebut dengan moray yang bentuknya mirip ular ini termasuk dalam family Muraenidae.

Ada sekitar 202 spesies dalam 16 genera yang sebagian besar hidup di laut, tetapi beberapa spesies telah terlihat di air payau dan hanya beberapa ditemukan di air tawar.

Dari 200 spesies tersebut, ada belut yang terkecil yaitu Belut Moray Snyder’s dengan panjang maksimum 11,5 cm dan belut terpanjang yaitu Moray Ramping (Slender moray) yang dapat tumbuh sepanjang 4 meter.

Ada pula belut yang terbesar yaitu Belut Moray Raksasa (Gymnothorax javanicus) yang mencapai panjang 3 meter dan berat 36 Kg.

Belut moray banyak ditemukan di perairan tropis dan subtropis yang cenderung hangat. Sebagian besar moray eel banyak menghabiskan waktunya di antara terumbu karang pada kedalaman beberapa meter.

Kebanyakan dari mereka menyembunyikan tubuhnya di antara terumbu karang dan hanya menampakkan kepala yang mulutnya penuh dengan gigi tajam.

Gigi yang tajam ini sangat berbahaya dan dapat menimbulkan luka yang cukup serius jika terkena gigitannya.

Moray adalah predator oportunistik (karnivora) yang memakan ikan yang lebih kecil, kepiting, dan gurita.

Belut moray juga memakan hewan Mollusca seperti cumi-cumi, gurita, bangkai hewan dan ikan-ikan yang berukuran kecil sebagai makannya.

#14. Ular Laut

Hewan Yang Hidup di Air
Ular laut, sumber: pixabay.com

Ular laut atau Sea snakes dalam bahasa Inggris, adalah sebutan umum untuk semua jenis ular yang hidup dan tinggal di lautan, yang kesemuanya diklasifikasikan ke dalam subfamily Hydrophiinae (beberapa literasi mengklasifikasikan sebagai familia tersendiri: Hydrophiidae).

Semua jenis ular laut ini telah beradaptasi sepenuhnya untuk hidup dan berkelana di dalam air, sehingga tidak mampu bergerak di daratan, kecuali untuk genus Laticauda yang memiliki kemampuan terbatas untuk bergerak di darat.

Lautan tropis merupakan habitat alami ular laut. Terutama di bagian tengah dan utara  Samudra Hindia hingga bagian barat Samudra Pasifik. لعبة الدومينو المصريه

Semua jenis ular laut memiliki ekor pipih menyerupai dayung dan sebagian besarnya memiliki bagian bawah tubuh yang pipih, sehingga tampak menyerupai belut. viagra pris

Sebagian besar spesies ular laut dewasa memiliki panjang antara 120-150 cm, dengan spesies terbesar, Hydrophis spiralis mencapai panjang maksimum 3 meter.

Tidak seperti ikan, ular laut tidak memiliki insang dan harus ke permukaan secara teratur untuk bernapas. Seperti paus, ular laut adalah vertebrata yang sepenuhnya hidup di dalam air tetapi bernafas dengan udara.

Spesies ular laut sendiri itu ada banyak, tapi mereka memiliki satu kesamaan, yaitu hampir semua jenis ular laut memiliki bisa yang sangat mematikan.

Bisa dari ular laut ini 60 kali lebih kuat jika dibandingkan dengan bisa ular kobra. Bahkan ada jenis ular laut yang memiliki bisa yang 700 kali lebih kuat dari bisa ular kobra.

Meskipun memiliki bisa yang sangat mematikan, manusia jarang terkena bisanya ular laut ini. Hal itu terjadi karena ukuran mulut ular laut yang kecil dan sifatnya yang tidak suka menggigit tapi suka menelan langsung mangsanya.

Ular laut biasanya berburu ikan-ikan kecil dan gurita muda. Ular laut berkembangbiak dengan bertelur dan beranak (ovovivipar).

#15. Penguin

Hewan Yang Hidup di Air
Emperor penguin, sumber: pixabay.com

Penguin merupakan hewan akuatik dari kelas aves (burung) yang nggak bisa terbang karena struktur sayapnya.

Umumnya, penguin hidup di belahan bumi selatan. Namun penguin juga dapat ditemukan di daerah tropis.

Di Daerah tropis ada 3 spesies penguin yang dapat bertahan hidup, salah satunya yaitu Pinguin Galapagos (Spheniscus mendiculus) yang hidup di Kepulauan Galapagos dan biasanya menyeberangi garis khatulistiwa untuk mencari makan.

Penguin yang termasuk dalam golongan hewan berdarah panas, lebih sering menghabiskan waktu untuk hidup di darat. Namun, mereka masuk ke dalam air untuk mencari makanannya, yakni jenis ikan kecil, cumi-cumi, kril dan jenis udang-udangan lainnya.

Penguin juga termasuk dalam hewan sosial, karena itulah hewan ini hidup secara bergerombolan.


Demikian sekilas ulasan tentang hewan yang hidup di air. Semoga bisa menambah wawasan kita semua. Semoga bermanfaat dan terima kasih karena telah membaca.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.